Teror Bom Lagi, Pesawat Saudi Arabian Airlines Mendarat Darurat di Bandara Kualanamu
NET Medan – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution merespon pernyataan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, meminta KPK memeriksa keluarga besar Presiden RI ke-7, Joko Widodo, yang merupakan mertua Bobby Afif Nasution.
Dengan santai, Bobby Nasution menyebut, tak mau ambil pusing permintaan Hasto Kristiyanto. Hasto kini menjadi tersangka kasus suap dan perintangan penyidikan terkait buron Harun Masiku oleh Komisi Pemberantasan Korupsi itu.
“Yauda mau gimana. Permintaan orang ya silahkan-silahkan saja,” ucap Bobby Nasution kepada wartawan, di Kantor Gubernur Sumut, Senin 3 Maret 2025.
Baca: Gubernur Sumut Bobby Nasution Tekankan ASN Lingkungan Pemrpovsu untuk Beradaptasi
Bobby Nasution mengaku tidak paham permintaan Hasto minta KPK periksa keluarga Jokowi dalam perihal kasus apa di lembaga antirasuah itu.
“Namanya permintaan suara, masukan, kritik ya silahkan saja. Ya kan kita diperbolehkan semua untuk melakukan itu,” kata suami Kahiyang Ayu, anak dari Jokowi itu.

Sebelumnya, Hasto Kristiyanto meminta KPK memeriksa keluarga Jokowi. Itu ia katakan saat petugas membawanya ke Rumah Tahanan KPK pada Kamis 20 Februari 2025.
Hasto kepada wartawan meminta KPK berani mengungkap berbagai kasus korupsi. Termasuk melakukan pemeriksaan terhadap keluarga Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
KPK menahan Hasto terkait kasus dugaan perintangan penyidikan kasus dugaan suap yang menjerat eks anggota legislatif dari PDI-P, Harun Masiku.
Baca: Gubernur Sumut Bobby Nasution Gubernur Termuda di Indonesia
“Semoga ini menjadi momentum bagi Komisi Pemberantasan Korupsi untuk menegakkan hukum tanpa kecuali, termasuk memeriksa keluarga Pak Jokowi,” sebut Hasto.
Hasto menekankan bahwa KPK harus berani mengungkap berbagai kasus korupsi, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap keluarga Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
“Saya berharap ini menjadi momen bagi KPK untuk menegakkan hukum tanpa kecuali, termasuk memeriksa keluarga Pak Jokowi,” ujar Hasto.
