Teror Bom Lagi, Pesawat Saudi Arabian Airlines Mendarat Darurat di Bandara Kualanamu
NET Medan – Usai viral mendapat intimidasi dan pemerasan organisasi masyarakat dan kepemudaan, Kemenko Polkam menjamin keamanan pabrik es UD Aguaris di Desa Pantai Gemi, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat.
Hal ini ketika Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Kemenko Polkam, Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono, meninjau langsung pabrik es di Langkat tersebut, Sabtu 10 Mei 2025.
“Kami dari tim Kemenko Polkam ke Desa Pantai Gemi, Pabrik Es yang kemarin sempat viral di media sosial, (datang langsung) meyakinkan apakah benar-benar tempat ini sudah dalam keadaan kondusif,” kata Purwito saat meninjau pabrik es di Langkat, Sumatera Utara, mengutip keterangannya Minggu 11 Mei 2025.
Peninjauan tersebut sebagai bagian dari upaya memberantas aksi premanisme oleh sekelompok orang atau organisasi kemasyarakatan di daerah Sumatera Utara. Purwito juga mengapresiasi kerja Polres Langkat yang dengan sigap menindak pelaku.
Baca: Viral di Medsos, Oknum Anggota DPRD Sumut Bantah Mencekik Pramugari
“Mudah-mudahan ke depan daerah ini, khususnya di Sumatera Utara tidak ada lagi perbuatan dari kelompok-kelompok yang mengaku ormas, yang menghalangi. Baik dari investasi dan produksi dalam negeri, sehingga kegiatan (usaha) ini bisa berjalan dengan aman dan lancar,” ungkapnya.

Kemenko Polkam Minta Polres dan Dandim Jaga Keamanan Langkat
Saat rapat koordinasi bersama jajaran Polres Langkat dan Kodim Langkat, Purwito berharap kolaborasi dan sinergitas antara keduanya terus berjalan sehingga keamanan tetap terjaga.
“Harapan kami, seterusnya di daerah Langkat ini kondusif. Pak Dandim, saya minta bantu juga Pak Kapolres jika dibutuhkan,” katanya.
Sebelumnya, video yang beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, seorang wanita pemilik usaha pembuatan es kristal menyampaikan bahwa pihak yang mengaku berasal dari organisasi masyarakat dan kemepudaan menghentikan secara paksa operasional pabriknya.
Baca: Modus Proyek Fiktif, Polres Langkat Ungkap Penggelapan Belasan Mobil Rental
Ia juga menyebut telah mengalami intimidasi, dan mesin produksi di pabriknya dimatikan secara sepihak. “Kami pengusaha UD Aguaris bidang usaha pembuatan es kristal sudah tertekan. Dengan adanya mengaku dari ormas SPSI dan Pemuda Pancasila,” ujar wanita tersebut dalam video yang beredar.
“Kami punya usaha ditutup, tidak bisa beroperasi, mesin dimatikansudah terintimidasi, karyawan kami diberhentikan, tidak boleh bekerja,” tambah wanita itu.
Ia pun memohon bantuan kepada Presiden dan aparat penegak hukum agar usahanya bisa kembali berjalan. Video tersebut sontak memicu simpati publik dan perhatian berbagai pihak, termasuk jajaran TNI.
