Teror Bom Lagi, Pesawat Saudi Arabian Airlines Mendarat Darurat di Bandara Kualanamu
NET Medan – Kabar PSMS Medan berganti pemilik baru semakin menguat. PT Kinantan Medan Indonesia (KMI) saat ini menunggu pemilik baru yang serius membeli PSMS Medan.
Isu mengenai PSMS Medan mencari pemilik baru ini semakin menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola Sumatera Utara (Sumut). Manajemen terbuka terhadap kemungkinan perubahan kepemilikan, meski hingga saat ini belum ada keputusan resmi.
Pengelola PSMS, Direktur Utama PT Kinantan Medan Indonesia (KMI), Arifuddin Maulana Basri, menyebut bahwa harga klub tidak hanya dari sisi finansial semata.
“Kalau soal harga, ya relatif. Tidak bisa kita cerita untung rugi. Selayaknya tim Liga 2 saja, tapi PSMS ini punya value yang lebih. Kalau memang serius untuk PSMS, calon pembeli tak seharusnya memperdebatkan hal itu,” jelas Arifuddin, Kamis 16 Januari 2025.
Baca: PSMS Medan Dijual Usai Kembali Gagal ke Liga 1: Harus Berpindah Kepemilikan

2 Syarat Pemilik Baru PSMS Medan
Arifuddin menegaskan, meski berniat melepas tim yang lahir pada tahun 1907 itu, ada dua permintaan utama dari pembina klub, Edy Rahmayadi. Gubernur Sumut periode 2018-2023, berharap kepada pemilik baru nantinya untuk menjaga marwah PSMS.
“Permintaan pembina hanya dua: jangan bawa keluar Sumatera Utara, dan yang kedua, tolong jaga dengan baik,” jelasnya.
Arifuddin mengaku, sudah banyak sejumlah pihak menanyakan kabar PSMS Medan yang berpeluang musim depan berganti pemilik. Namun, katanya, pemilik yang benar-benar memiliki tim berjuluk Ayam Kinantan ini belum ada.
Baca: Finish! PSMS Medan Peringkat 4 Fase Grup Liga 2 2024/2025
“Terkait polemik pindah tangan kepemilikan PSMS, kami sedang menunggu kabar dari calon pembeli. Yang tanya banyak, tapi belum tahu mana yang serius. Intinya, kami sudah ikhlas kalau ini harus berpindah kepemilikan,” kata Arifuddin.
Saat ini, PSMS Medan tengah bersiap menghadapi babak playoff degradasi Liga 2. Meski menghadapi tekanan finansial dan isu kepemilikan, semangat juang tim Ayam Kinantan tetap tinggi. Arifuddin menegaskan pentingnya menjaga performa tim untuk mempertahankan marwah klub kebanggaan Kota Medan dan Sumut.
