Teror Bom Lagi, Pesawat Saudi Arabian Airlines Mendarat Darurat di Bandara Kualanamu
NET Medan – Kabar duka datang dari dunia sepak bola Sumatera Utara, Pelatih legendaris Suharto AD meninggal dunia pada Sabtu sore, 23 Mei 2025, pukul 14.25 WIB di RS Mitra Sejati, Kota Medan. Suharto wafat di usia 59 tahun setelah berjuang melawan sakit yang ia derita, termasuk komplikasi struktur dan diabetes.
Suharto sempat beberapa kali menjalani perawatan intensif dan menggunakan kursi roda akibat penyakitnya hingga akhirnya meninggal dunia. Jenazah almarhum saat ini disemayamkan di kediamannya di Jalan Karya Jaya, Gang Karya, Kecamatan Medan Johor.
Semasa hidup, Suharto AD sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam sepak bola Sumatera Utara. Ia mengawali karier sebagai striker andalan PSMS Medan dan tim PON Sumut.
Bahkan menjadi pencetak gol penentu medali emas PON 1989. Kariernya berlanjut sebagai pelatih PSMS Medan, PS TNI, hingga membawa Karo United juara Liga 3 nasional pada 2022.
Baca: KONI Sumut Harus Pertahankan Prestasi di PON 2028 NTB-NTT

Ucapan duka mengalir dari berbagai pihak, termasuk dari klub terakhir yang ia asuh, Sada Sumut FC. Melalui akun Instagram resmi mereka, @sadasumutfc, klub tersebut mengunggah pesan penuh haru.
“Banyak kisah manis dalam perjuangan bersama, suka dan duka dalam membangun kebanggaan dalam sepak bola kita lalui… Banyak legacy yang kau tinggalkan kepada kami… Selamat jalan, Coach kami, Bapak kami,” tulis mereka.
Suharto juga pelatih berkarisma yang mampu menciptakan keseimbangan antara kedisiplinan dan kehangatan dalam membina tim. Salah satu warisannya adalah semangat juang yang terus menjadi pegangan teguh oleh anak-anak asuhnya.
Baca: Gagal ke Liga 1, Manajemen Tegaskan PSMS Medan Tak Diperjualbelikan
Suharto Meninggal Dunia Tinggalkan Dedikasi yang Tinggi
Di dunia kepelatihan, Suharto AD beberapa kali menukangi PSMS Medan di berbagai era, termasuk saat membawa klub itu menjuarai Piala Kemerdekaan 2015. Ia juga pernah menjadi asisten pelatih di PSMS pada era Liga 1 2018, mendampingi Peter Butler.
Di luar PSMS, Suharto sempat melatih tim-tim seperti Bhinneka FC, Batubara Bisa FC, dan terakhir membawa Karo United (kini Sada Sumut) berlaga di Liga 2.
Meskipun sempat berpisah dengan Sada Sumut FC di musim 2023/2024 setelah hasil kurang memuaskan di paruh musim, dedikasi dan kiprah Suharto AD tetap meninggalkan jejak mendalam di sepak bola Sumut.
Kepergian Suharto AD meninggalkan duka yang mendalam tidak hanya bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga bagi seluruh pecinta sepak bola di Sumatera Utara. Selamat jalan, Coach Suharto AD.
