Teror Bom Lagi, Pesawat Saudi Arabian Airlines Mendarat Darurat di Bandara Kualanamu
NET Medan – Sebanyak 1.130 preman berkedok ormas diamankan selama pelaksanaan Operasi Pekat Toba 2025 yang berlangsung dari 1 hingga 14 Mei. Dari jumlah tersebut, pelaku pungutan liar (Pungli) mendominasi dan juga pemerasan.
Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Rony Samtana, dalam paparanya di Mapolda Sumut mengatakan, jika penangkapan 1.130 preman berkedok ormas ini menjadi atensi langsung Presiden RI dan Kapolri karena mengganggu keamanan dan menghambat investasi.
“Ini perintah Presiden, dan Kapolri menegaskan untuk menindak tegas premanisme yang berkedok ormas. Ini demi menjaga iklim investasi dan ketertiban di masyarakat, khususnya di Sumut,” tegas Brigjen Rony.
Baca: Polda Sumut Bongkar Sindikat Pemalsuan STNK dan BPKB Antar Provinsi Riau, Jatim hingga Bali

Turut hadir Staf Ahli Kemenko Polkam Irjen Pol Desman Sujaya Tarigan, Wakapolda Sumut menjelaskan, dari total 1.130 pelaku yang diamankan, sebanyak 178 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam 136 kasus.
Sisanya, 952 pelaku dalam 818 kasus menjalani pembinaan. Barang bukti dari para pelaku, antara lain uang tunai Rp61 juta, 27 senjata tajam, 8 sepeda motor, puluhan atribut parkir liar, hingga bendera ormas.
Pengungkapan kasus ini paling banyak 839 kasus pungli, lalu 42 pemerasan, 64 penganiayaan, serta kasus pengeroyokan dan perbuatan tidak menyenangkan.
Baca: Polda Sumut Grebek Judi Batu Goncang di Yanglim Plaza Medan
Staf Ahli Kemenko Polkam menambahkan, pemerintah pusat akan membentuk Satgas Penanggulangan Premanisme Ormas lintas kementerian, TNI, Polri, dan pemda. “Ini bukan operasi biasa. Satgas ini akan bekerja preventif sekaligus represif, demi menjamin rasa aman masyarakat dan kelancaran investasi,” katanya.
Polda Sumut mengajak masyarakat tidak ragu melaporkan aksi premanisme. “Kami pastikan setiap laporan akan kami tindak secara tegas dan tuntas. Terima kasih atas dukungan masyarakat dan media,” tutup Wakapolda.
