12 Mahasiswa Aceh-Sumut Terima Beasiswa, Gen Z Pimpin Konservasi Orangutan

12 mahasiswa Aceh-Sumut ditempa menjadi pemimpin masa depan konservasi orangutan dan habitatnya. (Istimewa/NET Medan)

12 mahasiswa Aceh-Sumut ditempa menjadi pemimpin masa depan konservasi orangutan dan habitatnya. (Istimewa/NET Medan)

NET Medan – Yayasan Orangutan Sumatera Lestari – Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) menyerahkan beasiswa kepada 12 mahasiswa Aceh-Sumut, yang diharapkan menjadi pemimpin masa depan konservasi orangutan dan habitatnya.

Direktur Lanskap Yayasan Orangutan Sumatera Lestari – Orangutan Information Centre (YOSL-OIC), Binur Naibaho menyebut, kedua belas mahasiswa tersebut adalah Gen Z yang akan menjadi pemimpin di masa depan konservasi orangutan dan habitatnya.

“Dengan beasiswa ini, mereka akan bergabung dengan squad konservasi orangutan yang sudah eksis di berbagai lembaga konservasi. Termasuk mereka yang sudah bergabung menjadi Aparatur Sipil Negara,” kata Binur.

Program ini, lanjutnya, secara khusus bertujuan untuk melahirkan generasi-generasi intelektual yang memiliki komitmen dan kepedulian terhadap upaya-upaya perlindungan dan penyelamatan orangutan dan habitatnya.

Baca: Penyelundupan 6.747 Serangga ke Vietnam Digagalkan di Bandara Kualanamu

Dia memaparkan, hingga 2025, program beasiswa Peduli Orangutan ini telah memberikan kesempatan kepada 201 mahasiswa dari berbagai universitas di Aceh dan Sumatera Utara.

Antaranya Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Negeri Medan (Unimed), Universitas Medan Area (UMA). Kemudian Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, dan Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan (STIK) Pante Kulu.

Para mahasiswa mendapatkan dukungan dana dan konsultasi hingga masa pendidikan mereka berakhir.

“Beasiswa meliputi bantuan SPP dan penelitian sebesar 16 juta rupiah. Khusus bagi mahasiswa jurusan kedokteran hewan, mendapat tambahan biaya koas sehingga mereka menerima sejumlah 19,5 juta rupiah,” jelas Binur.

Baca: Bedah Buku dan Refleksi Kolektif, Kawasan Batang Toru Harapan Terakhir Orangutan Tapanuli

Seleksi Ketat Jadikan Mahasiswa Pemimpin Konservasi Orangutan

Tahun ini, lanjutnya, keseluruhan proses penyaringan penerima beasiswa berlangsung sejak Maret. Prosesnya meliputi pendaftaran, seleksi berkas, seleksi karya tulis, dan resentase. Setelah melalui tahapan penjaringan yang cukup alot, para kandidat sampai ke tahapan wawancara.

“Akhirnya, 6 mahasiswa dari Provinsi Aceh dan 6 mahasiswa dari Provinsi Sumatera Utara sebagai penerima manfaat beasiswa tahun 2025,” kata Binur pada gelaran Award Ceremony Beasiswa Peduli Orangutan 2025 di Amel Convention Hall Banda Aceh, 10 Juli 2025.

Beasiswa Peduli Orangutan adalah program yang diinisiasi oleh YOSL-OIC bersama Orangutan Republik Foundation (OURF) sejak 2006.

Pendiri OURF, Gary Saphiro mengatakan, program ini setiap tahunnya dan menargetkan mahasiswa dari universitas di Sumut dan Aceh. Univarsitas ini yang memiliki kerjasama dengan YOSL-OIC.

“Kami berkomitmen untuk terus membantu para pemuda. Mendapatkan peluang menyelesaikan studi tanpa pikiran pembiayaan,” tandas Gary.

Read Previous

Besok Bobby Nasution Lantik Anak Buah Tito Karnavian Jadi Sekda Sumut

Read Next

Lantamal 1 Amankan Puluhan Cat Hasil Curian dari Kapal MT Phoenix Crown di Belawan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *